Halaman

Senin, 11 November 2013

Potensi Airalub


Sejarah Desa
Desa Air Asam dalam “bahasa Lubai disebut Duson Aiah Masam, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Desa ini merupakan desa pemekaran di kecamatan Lubai. Terletak di Jalan Raya Baturaja - Prabumulih, antara desa Beringin dan Suka Merindu. Desa ini ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS)
Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa rumah-rumah penduduk, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam, pada zaman Hindia Belanda bahkan sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Air Asam sering disingkat Airalub yaitu Beringin Lubai...

Data Desa
Jumlah Penduduk : 1.530 Jiwa
Jumlah Laki-laki : 760 Jiwa
Jumlah Perempuan : 770 Jiwa
Jumlah KK : KK
Jumlah RTM/KK Miskin : KK Miskin

Tingkat Pendidikan
SD : Orang
SMP/Sederajat : Orang
SMA/Sederajat : Orang
Diploma/Sederajat : Orang
Sarjana : Orang

Mata Pencaharian
Petani : Orang
Pedagang : Orang
PNS : Orang
Polisi/ABRI : Orang
Jasa lainnya : Orang

Sarana dan Prasarana
Gedung TK : Buah
Sekolah Dasar : 1 Buah
SMP Negeri : Buah
Gedung Serba Guna : Buah
Pustu : Buah
Polindes/Poskesdes : Buah
Kantor Desa/Dusun : 1 Buah
Pasar Desa :1 Buah
Masjid : 2 Buah
Jalan Desa : Km

Wilayah Desa
Berapa Dusun? Terdiri dari 5 dusun
Batas Wilayah?
Luas Wilayah?
Tanah pekarang
Tanah Pesawahan
Tanah Perkebunan

Tinjauan Topografi Desa
Secara umum keadaan topografi Desa Air Asam adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : .... Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau

Tinjauan Potensi Desa 
Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan
Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil
Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus
Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata

Tinjauan Pemekaran Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah pendudu, maka desa Air Asam yang mencapai 1.530 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini belum memenuhi syarat dipecah menjadi 2 desa

Potensi Berilub


Sejarah Desa
Desa Beringin dalam “bahasa Lubai disebut Duson Berigen, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Desa ini merupakan ibukota kecamatan Lubai. Terletak di Jalan Raya Baturaja - Prabumulih, antara desa Aur dan Suka Merindu. Desa ini ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai, dihulu desa Kota Baru
Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa rumah-rumah penduduk, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam, pada zaman Hindia Belanda bahkan sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Beringin sering disingkat Berilub yaitu Beringin Lubai...

Data Desa
Jumlah Penduduk : 2.374 Jiwa
Jumlah Laki-laki : 1.148 Jiwa
Jumlah Perempuan : 1.226 Jiwa
Jumlah KK : KK
Jumlah RTM/KK Miskin : KK Miskin

Tingkat Pendidikan
SD : Orang
SMP/Sederajat : Orang
SMA/Sederajat : Orang
Diploma/Sederajat : Orang
Sarjana : Orang

Mata Pencaharian
Petani : Orang
Pedagang : Orang
PNS : Orang
Polisi/ABRI : Orang
Jasa lainnya : Orang

Sarana dan Prasarana
Gedung TK : 1 Buah
Sekolah Dasar : 1 Buah
SMP Negeri : Buah
Gedung Serba Guna : Buah
Pustu : Buah
Polindes/Poskesdes : Buah
Kantor Desa/Dusun : 1 Buah
Pasar Desa :1 Buah
Masjid : 2 Buah
Jalan Desa : Km

Wilayah Desa
Berapa Dusun? Terdiri dari 5 dusun
Batas Wilayah?
Luas Wilayah?
Tanah pekarang
Tanah Pesawahan
Tanah Perkebunan

Tinjauan Topografi Desa
Secara umum keadaan topografi Desa Beringin adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : .... Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau

Tinjauan Potensi Desa 
Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan
Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil
Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus
Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata

Tinjauan Pemekaran Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah pendudu, maka desa Beringin yang mencapai 2.374 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini sudah memenuhi syarat dipecah menjadi 2 desa

Potensi Kobalub


Sejarah Desa
Desa Kota Baru dalam “bahasa Lubai disebut Duson Kute Anyar, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Desa ini terletak di Jalan Raya Beringin, antara desa Pagar Gunung dan Beringin. Desa ini ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai, dihulu desa Pagar Gunung
Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa rumah-rumah penduduk, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam, pada zaman Hindia Belanda bahkan sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Kota Baru sering disingkat Kobalub yaitu Kota Baru Lubai...

Data Desa
Jumlah Penduduk : 1.914 Jiwa 
Jumlah Laki-laki : 939 Jiwa 
Jumlah Perempuan : 975 Jiwa 
Jumlah KK : KK 
Jumlah RTM/KK Miskin : KK Miskin 

Tingkat Pendidikan 
SD : Orang 
SMP/Sederajat : Orang 
SMA/Sederajat : Orang 
Diploma/Sederajat : Orang 
Sarjana : Orang 

Mata Pencaharian 
Petani : Orang 
Pedagang : Orang 
PNS : Orang 
Polisi/ABRI : Orang 
Jasa lainnya : Orang 

Sarana dan Prasarana 
Gedung TK : 1 Buah 
Sekolah Dasar : 1 Buah 
SMP Negeri : Buah 
Gedung Serba Guna : Buah 
Pustu : Buah 
Polindes/Poskesdes : Buah 
Kantor Desa/Dusun : 1 Buah 
Pasar Desa :1 Buah 
Masjid : 2 Buah 
Jalan Desa : Km 

Wilayah Desa 
Berapa Dusun? Terdiri dari 5 dusun 
Batas Wilayah? 
Luas Wilayah? 
Tanah pekarang 
Tanah Pesawahan 
Tanah Perkebunan 

Tinjauan Topografi Desa
Secara umum keadaan topografi Desa Kota Baru adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : .... Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau

Tinjauan  Potensi Desa  
Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan 
Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil 
Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes 
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus 
Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata 

Tinjauan Pemekaran Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah pendudu, maka desa Kota Baru yang mencapai 1.914 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini belum memenuhi syarat dipecah menjadi 2 desa

Potensi Pagulub



Sejarah Desa
Desa Pagar Gunung dalam “bahasa Lubai disebut Duson Pagar Gunong, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Desa ini merupakan satu-satunya desa yang mempunyai Stasiun Kereta Api. Terletak di Jalan Raya Beringin, antara desa Kota Baru dan Jiwa Baru. Desa ini ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai, dihulu desa Jiwa Baru
Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa stasiun Kereta Api, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam, pada zaman Hindia Belanda bahkan sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Pagar Gunung sering disingkat Pagulub yaitu Pagar Gunung Lubai...

Data Desa
Jumlah Penduduk : 1.660 Jiwa
Jumlah Laki-laki : 800 Jiwa
Jumlah Perempuan : 860 Jiwa
Jumlah KK : KK
Jumlah RTM/KK Miskin : KK Miskin

Tingkat Pendidikan
SD : Orang
SMP/Sederajat : Orang
SMA/Sederajat : Orang
Diploma/Sederajat : Orang
Sarjana : Orang

Mata Pencaharian
Petani : Orang
Pedagang : Orang
PNS : Orang
Polisi/ABRI : Orang
Jasa lainnya : Orang

Sarana dan Prasarana
Gedung TK : 1 Buah
Sekolah Dasar : 1 Buah
SMP Negeri : Buah
Gedung Serba Guna : Buah
Pustu : Buah
Polindes/Poskesdes : Buah
Kantor Desa/Dusun : 1 Buah
Pasar Desa :1 Buah
Masjid : 2 Buah
Jalan Desa : Km

Wilayah Desa
Berapa Dusun? Terdiri dari 5 dusun
Batas Wilayah?
Luas Wilayah?
Tanah pekarang
Tanah Pesawahan
Tanah Perkebunan

Tinjauan Topografi Desa
Secara umum keadaan topografi Desa Pagar Gunung adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : .... Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau

Tinjauan Potensi Desa 
Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan
Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil
Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus
Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata

Tinjauan Pemekaran Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah pendudu, maka desa Pagar Gunung yang mencapai 1.660 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini belum memenuhi syarat dipecah menjadi 2 desa

Potensi Jibalub


Sejarah Desa
Pada hakikatnya desa Jiwa Baru sudah ada sejak dahulu yaitu pada beberapa silam, hanya saja bukti-bukti sejarah belum terkordinir dengan baik, sehingga dalam penyusunan dan penyuratan sejarah desa Jiwa Baru sampai kini belum didapatkan bukti-bukti tertulis yang pasti. Kendatipun demikian menurut penuturan pemuka-pemuka masyarakat serta orang-orang lanjut usia sekiranya dapat di yakini ada dituturkan sebagai berikut :
Nama desa : Jiwa Baru dalam “bahasa Lubai disebut Duson Jiwe Anyar, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatanLubai, kabupatenMuara Enim, provinsiSumatera Selatan. Desa ini merupakan gabungan 2 desa yaitu : desa Kurungan Jiwa dan desa Baru Lubai. Desa Kurungan Jiwa adalah sebuah desa tua, menurut cerita masyarakat secara turun temurun, bahwa desa ini tempat bermukim para pendekar. Dikisahkan bahwa desa Kurungan Jiwa, merupakan benteng pertahanan desa Baru Lubai, dikarenakan para pendekar desa Kurungan Jiwa, mampu mengusir bala tentara dari Pasemah, Pagar Alam. Kepala desa Kurungan Jiwa antara lain : Wak Kerio Haki, Kakak Kerio Mazheri, Wak Kerio Sofuwan. Desa Baru Lubai adalah desa yang dipindahkan dari hulu desa Kurungan Jiwa dekat pemakaman umum, kearah hilir danau Jambu Humbai. Adapun alasan pemindahan ini, konon katanya agar terjaga keamanan dari serangan pihak luar desa. Desa baru Lubai adalah sebuah desa menjadi ibukota pemerintahan marga Lubai suku 1, ketika semasa sistem pemerintahan marga. Berdasarkan cerita dari Ayahanda penulis Muhammad Ibrahim bin Haji Hasan, bahwa yang pernah menjadi kepala marga Lubai suku 1 antara lain : Puyang Depati Subot, Pugok Pangeran Kori, Pugok Haji Muhammad Dum bin Puyang Maliki
Sumber sejarah : Pemakaman tua ditepian sungai Lubai didekat Talang Haji, berdasarkan cerita mamang Yahmun merupakan bukti desa Jiwa Baru, semula pemukiman berada disana. Diperkirakan usia pemakaman ini sudah ratusan lamanya. Sebatang pohon Tanjung (Mimusops elengi) tumbuh subur didekat Masjid Attaqwa desa Jiwa Baru, daunnya rimbun dan batangnya besar dengan lingkaran 70 centi meter. Pohon Tanjung adalah sejenis pohon yang berasal dari India, Sri Lanka dan Burma. Telah masuk ke Nusantara semenjak berabad-abad yang silam. Berdasarkan sumber sejarah yang ada, maka penulis berkesimpulan desa ini telah berdiri sejak ratusan silam, diperkirakan sudah berdiri pada pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam.

Data Desa
Data Demografis. Jumlah Penduduk desa Jiwa Baru : 1.747 Jiwa, terdiri dari Laki-laki : 836 Jiwa dan Perempuan : 911 Jiwa. Jumlah KK : ... KK, Jumlah RTM/KK Miskin : ... KK Miskin. Terdiri dari : 5 dusun. Batas Wilayah : Sebelah Utara berbatasan dengan desa Gunung Raja, Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Pagar Gunung, Sebelah Timur berbatasan dengan desa Kuang Dalam, Sebelah Barat berbatasan dengan desa Suka Merindu. Luas Wilayah : ... Tanah pekarang an : ... Tanah Pesawahan : ... Tanah Perkebunan : ...
Sosial Budaya. Masyarakat desa Jiwa Baru, merupakan desa yang masih kental terhadap adat dan istiadat lama dimana masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, toleransi antar warga masyarakat, bahasa yang digunakan adalah bahasa Lubai. Bahasa Lubai termasuk sub bahasa Melayu Sumatera Selatan. Lembaga adat desa diketuai oleh kakak Haji Iziddin, masyarakatnya terikat dengan peraturan-peraturan yang diterapkan seperti hal-hal yang menyangkut upacara adat perkawinan. Kesenian masyarakat desa Jiwa Baru adalah betembang yaitu bernyanyi lagu daerah setempat dengan di iringi petikan gitar tunggal. Salah satu pemetik gitar tunggal yang handal yaitu kakak Nuri. Adapun kesenian untuk mengiringi sepasang pengantin menuju duduk dipelaminan biasa seni terbangan. Seiring dengan gencarnya perkembangan teknologi dan informatika pada jaman sekarang, kesenian yang berkembang pada masyarakat desa Jiwa Baru adalah kesenian menyanyi lagu Dangdut.
Tingkat Pendidikan. Penduduk di desa Jiwa Baru memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD sampai SMA, dengan mayoritas penduduk rata-rata hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar. SD : ... orang, SMP/Sederajat : ... orang, SMA/Sederajat : ... orang, Diploma/Sederajat : ... orang, Sarjana : ...orang
Mata Pencaharian. Petani : ... orang, Pedagang : ... orang, PNS : ... orang, Polisi/ABRI : ... orang, Jasa lainnya : ... orang

Tinjauan Topografi. 
Secara umum keadaan topografi Desa Jiwa Baru adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : 0 – 200 meter
Tinjauan Iklim. Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau.

Secara geografis desa Jiwa Baru, terletak di Jalan Raya Beringin - Tambangan Rambang, antara desa Pagar Gunung dan Gunung Raja. Desa ini berada ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai, memiliki anak sungai seperti : Air Sepape, Air Pegang, Air Puhun, Air Gambir, Air Mahang, Air Pematang, Air Sehokdian, Air Lau-lau dan sebagainya. Jarak antara desa Jiwa Baru dengan desa Beringin (ibukota kecamatan) 18,3 kilometer waktu tempuh sekitar 27 menit, jarak antara desa Jiwa Baru dengan kota Muara Enim (ibukota kecamatan) 117 kilometer waktu tempuh sekitar 1 jam 54 menit, jarak antara desa Jiwa Baru dengan kota Prabumulih 34 kilometer waktu tempuh sekitar 38 menit, jarak antara desa Jiwa Baru dengan kota Palembang (ibukota provinsi) 105 kilometer waktu tempuh sekitar 2 jam 19 menit

Tinjauan Potensi Desa
Sumber Daya Alam. Tanah di desa Jiwa Baru cukup luas, dijadikan lahan pertanian kebun Karet dan Kelapa Sawit. Tumbuhan perdu yang hijau dapat dijadikan pakan ternak, sehingga sangat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Selain dijadikan lahan pertanian terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, milik PT. Pertamina. Air di desa Jiwa Baru cukup melimpah, dapat dijadikan sebagai : Sumber energi pembangkit listrik, Sebagai sarana transportasi, Tempat rekreasi atau hobi, Tempat budidaya ikan Gabus, ikan Baung, ikan Toman, ikan Kepatung, ikan Kepipel, ikan Kepah, ikan Bujok, Sumber air minum makhluk hidup, Bahan baku industri, Sumber air pertanian, Sebagai tempat olahraga, Untuk mandi dan cuci, Tempat pembuangan limbah ramah lingkungan, Tempat riset penelitian dan eksplorasi, Bahan balajar siswa sekolah dan mahasiswa
Sumber Daya Manusia. Jumlah penduduk desa Jiwa Baru, cukup banyak usia produktif yang terdidik dan terampil, maka siap untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang
Sarana dan Prasarana. Sarana pendidikan di desa Jiwa Baru adalah Gedung TK : 1 buah, Sekolah Dasar : 2 Buah, SMP Negeri : 1 buah. Sarana kesehatan yang ada di desa Jiwa Baru adalah tempat pelayanan, sebagai pengembangan dalam kelancaran aktivitas masyarakat dalam hal kesehatan. Polindes/Poskesdes : ... buah, Posyandu : ... buah, Tempat persalian rumah bidan : ... buah, Tempat praktek dokter : ... buah. Sarana transportasi yang ada di desa Jiwa Baru adalah Jalan raya merupakan jalur yang menghubungkan desa yang satu dengan desah yang lainnya, sebagai pengembangan dalam kelancaran aktifitas masyarakat yang ada di desa Jiwa Baru baik untuk pelayanan maupun untuk kelancaran kelangsungan kehidupan masyarakat yang lainnya. Lebih kurang sepanjang 10 kilo meter jalan raya beraspal menghubungkan antara desa Jiwa Baru dengan desa Pagar Gunung, sepanjang 5 kilo meter jalan raya beraspal menghubungkan antara desa Jiwa Baru dengan desa Gunung Raja. Sarana niaga yang ada di desa Jiwa Baru adalah Pasar Desa : 1 buah, masyarakat setempat menyebutnya kalangan. Kalangan ini biasanya setiap sekali dalam seminggu pada hari Rabu. Ketika kalangan ini masyarakat desa melakukan transaksi jual beli barang dan sekaligus melakukan interaksi satu dengan yang lainnya. Sarana ibadah yang ada di desa Jiwa Baru adalah Masjid : 2 buah, musholla : 2 buah. Sarana pemerintah yang ada di desa Jiwa Baru adalah Balai Desa : 1 buah, tempat kegiatan pemerintahan desa. Sarana umum yang ada di desa Jiwa Baru adalah Gedung Serba Guna : ... buah
Sarana Produksi. Sarana Produksi di desa Jiwa Baru, belum ada seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel
Letak Geografis. Letak desa Jiwa Baru, dipersimpangan jalan menuju pemukiman trans Bali, kearah desa Suka Merindu, sangat strategis menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata

Tinjauan Pemekaran. Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk, maka desa Jiwa Baru yang mencapai 1.747 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini belum memenuhi syarat dipecah menjadi 2 desa
Tinjauan Inspiratif. Sebagai desa yang mempunyai sejarah gemilang, pada zaman ke emasannya pernah menjadi pusat pemerintahan marga Lubai suku 1, maka layak kiranya desa Jiwa Baru, untuk dipertimbangkan menjadi salah satu pusat pemerintahan setingkat kecamatan. Kapankah desa Jiwa Baru akan terwujud, menjadi pusat pemerintahan kecamatan? Penulis memperkirakan masih memerlukan waktu 20 tahun. Prakiraan ini berdasarkan asumsi : sarana prasarana tiap tahun ditingkatkan, jumlah penduduk tiap tahun selalu bertambah, pendidikan dan perekonomian masyarakat tiap tahun semakin baik. Selamat berjuang saudaraku...

Potensi Guralub


Sejarah Desa
Desa Gunung Raja dalam “bahasa Lubai disebut Duson Gunong Raje, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Terletak di Jalan Raya Beringin, antara desa Jiwa Baru dan Tanjung Kemala. Desa ini terletak ditepian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai 
Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa Gong milik salah seorang penduduk, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam yaitu sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Tanjung Kemala pernah menjadi pusat pemerintahan marga Lubai suku 1, ketika Pasirah Syarkowi yang menjadi kepala marganya. Desa Gunung Raja sering disingkat Guralub yaitu Gunung Raja Lubai...

Data Desa
Jumlah Penduduk : 2.089 Jiwa 
Jumlah Laki-laki : 1.023 Jiwa 
Jumlah Perempuan : 1.066 Jiwa 
Jumlah KK : KK 
Jumlah RTM/KK Miskin : KK Miskin 

Tingkat Pendidikan 
SD : Orang 
SMP/Sederajat : Orang 
SMA/Sederajat : Orang 
Diploma/Sederajat : Orang 
Sarjana : Orang 

Mata Pencaharian 
Petani : Orang 
Pedagang : Orang 
PNS : Orang 
Polisi/ABRI : Orang 
Jasa lainnya : Orang 

Sarana dan Prasarana 
Gedung TK : Buah 
Sekolah Dasar : 1 Buah 
Gedung Serba Guna : Buah 
Pustu : Buah 
Polindes/Poskesdes : Buah 
Kantor Desa/Dusun : Buah 
Pasar Desa :1 Buah 
Jalan Desa : Km 

Wilayah Desa 
Berapa Dusun? Terdiri dari dari 5 dusun 
Batas Wilayah? 
Luas Wilayah? 
Tanah pekarang 
Tanah Pesawahan 
Tanah Perkebunan 

Tinjauan Topografi Desa
Secara umum keadaan topografi Desa Gunung Raja adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : .... Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau.

Tinjauan Potensi Desa  
Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan 
Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil 
Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes 
Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus 
Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata 

Tinjauan Pemekaran Desa
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah pendudu, maka desa Gunung Raja yang mencapai 2.089 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini bisa dipecah menjadi 2 desa.

    Potensi Tankelub


    Sejarah Desa
    Desa Tanjung Kemala dalam “bahasa Lubai disebut Duson Tanjung Kemale, adalah salah satu desa dalam wilayah kecamatan Lubai, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Terletak di Jalan Raya Beringin, antara desa Gunung Raja dan Tambang Rambang. Desa ini merupakan paling hilir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lubai berbatasan langsung desa Tambang Rambang (sungai Rambang).
    Berdasarkan bukti-bukti yang ada berupa porselin milik salah seorang penduduk, penulis memperkirakan desa ini telah berdiri sejak ratusan yang silam yaitu sudah berdiri pada zaman pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam. Desa Tanjung Kemala pernah menjadi pusat pemerintahan marga Lubai suku 1, ketika Depati Haris yang menjadi kepala marganya. Desa Tanjung Kemala sering disingkat Tankelub yaitu Tanjung Kemala Lubai...

    Data Demografis
    Jumlah Penduduk desa Tanjung Kemala : 2.345 Jiwa, terdiri dari Laki-laki : 1.440 Jiwa dan Perempuan : 1.205 Jiwa, Jumlah KK : ... KK, Jumlah RTM/KK Miskin : .. KK Miskin

    Sosial Budaya
    Adat Istiadat Yang Masih Dilaksanakan. Masyarakat desa Tanjung Kemala, merupakan desa yang masih kental terhadap adat dan istiadat lama dimana masyarakatnya masih menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, toleransi antar warga masyarakat, serta adat istiadat yang lama dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Lubai. Bahasa Lubai termasuk sub bahasa Melayu Sumatera Selatan. Dengan keberadaan lembaga adat tersebut, masyarakatnya terikat dengan peraturan-peraturan yang diterapkan dalam lembaga adat itu seperti hal-hal yang menyangkut adalah upacara adat perkawinan yang masih di terapkan di dalam masyarakat di desa Tanjung Kemala
    Kesenian Yang Menjadi Kesukaaan Masyarakat Desa. Kesenian merupakam nilai estetika masyarakat pada umumnya, dimana kesenian itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Seiring dengan gencarnya perkembangan teknologi dan informatika pada jaman sekarang, kesenian yang berkembang pada masyarakat desa Tanjung Kemala adalah kesenian menyanyi lagu Dangdut. Seni tari tradisional masih dipertahankan, walaupun hanya dipentaskan pada acara tertentu saja

    Tingkat Pendidikan
    Penduduk di desa Tanjung Kemala memiliki latar belakang pendidikan mulai dari SD sampai SMA, dengan mayoritas penduduk rata-rata hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat Sekolah Dasar.
    SD : ... Orang
    SMP/Sederajat : ... Orang
    SMA/Sederajat : ... Orang
    Diploma/Sederajat : ... Orang
    Sarjana : ... Orang

    Mata Pencaharian
    Petani : Orang
    Pedagang : Orang
    PNS : Orang
    Polisi/ABRI : Orang
    Jasa lainnya : Orang

    Sarana dan Prasarana
    Sarana Pendidikan. Sarana pendidikan yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Gedung TK : 1 buah, Sekolah Dasar : 2 Buah, SMP Negeri : 1 buah
    Sarana Kesehatan. Sarana kesehatan yang ada di desa Tanjung Kemala adalah tempat pelayanan, sebagai pengembangan dalam kelancaran aktivitas masyarakat dalam hal kesehatan. Polindes/Poskesdes : ... buah, Posyandu : ... buah, Tempat persalian rumah bidan : ... buah, Tempat praktek dokter : ... buah
    Sarana Transportasi. Sarana transportasi yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Jalan raya merupakan jalur yang menghubungkan desa yang satu dengan desah yang lainnya, sebagai pengembangan dalam kelancaran aktifitas masyarakat yang ada di desa Tanjung Kemala baik untuk pelayanan maupun untuk kelancaran kelangsungan kehidupan masyarakat yang lainnya. Lebih kurang sepanjang 7 kilo meter jalan raya beraspal menghubungkan antara desa Tanjung Kemala dengan desa Gunung Raja, sepanjang 9 kilo meter jalan raya beraspal menghubungkan antara desa Tanjung Kemala dengan desa Tambangan, Rambang Kuang
    Sarana Niaga. Sarana niaga yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Pasar Desa : 1 buah, masyarakat setempat menyebutnya kalangan. Kalangan ini biasanya setiap sekali dalam seminggu pada hari Selasa. Ketika kalangan ini masyarakat desa melakukan transaksi jual beli barang dan sekaligus melakukan interaksi satu dengan yang lainnya
    Sarana Ibadah. Sarana ibadah yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Masjid : 2 buah, musholla : 2 buah.
    Sarana Pemerintah. Sarana pemerintah yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Balai Desa : 1 buah, tempat kegiatan pemerintahan desa
    Sarana Umum. Sarana umum yang ada di desa Tanjung Kemala adalah Gedung Serba Guna : ... buah

    Wilayah Desa
    Berapa Dusun?
    Batas Wilayah?
    Luas Wilayah?
    Tanah pekarang
    Tanah Pesawahan
    Tanah Perkebunan

    Tinjauan Topografi Desa
    Secara umum keadaan topografi Desa Tanjung Kemala adalah daerah dataran rendah yang tidak berbukit-bukit, dengan ketinggian dari permukaan laut : ....

    Tinjauan Iklim
    Iklim Desa adalah iklim tropis dengan 2 ( dua ) musim. Musim Hujan dan Musim Kemarau.

    Tinjauan Potensi Desa
    Sumber daya alam, terdapat sumur-sumur bor tambang Coal Bed Methane (CBM) atau gas metan, lahan/tanah pertanian yang cukup luas, dan sangat subur dan hijauan pakan ternak yang mencukupi sehingga saat potensial untuk peternakan kambing atau sapi. Disamping juga sumber daya air yang telah dimanfaatkan untuk air bersih pedesaan dan perikanan
    Sumber daya manusia, jumlah penduduk yang cukup banyak dengan usia produktif yang terdidik dan terampil. Sarana Prasarana yang telah ada jalan desa, jalan dusun, jalan usaha tani, gedung sekolah, posyandu, polindes. Sarana produksi pertanian dan sarana industri rumah tangga seperti pengolahan hasil panen, mesin pengolahan karet, bengkel, lembaga pelatihan dan kursus-kursus
    Letak geografis yang strategis, budaya dan sektor perkebunan terhampar luas sehingga menjadi potensial untuk dikembangkan bagi sektor pariwisata perkebunan...

    Tinjauan Pemekaran Desa
    Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK). Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk, maka desa Tanjung Kemala yang mencapai 2.345 jiwa, maka rasionalisasinya desa ini bisa dipecah menjadi 2 desa.

    Aspirasi Warga Lubai


    Makmane kance-kance kecamatan kite ne lemak misahkan diri nai Muare Enim buat kabupaten dewek, apa gabung ke Prabumuleh bae, sebagai anggota presidium kami ne dang bejuang mohon doa dan dukunganya
    Wira Kusuma : Setuju mang, lebih baek jadi kabupaten, biar agak rami juge, biar pacak jadi kota. .he,he,he
    Al Mizan Rois Arib : Rencanenye ade due alternatif berdiri sendiri sebagai kabupaten diwek, dengan anggota Lubai, Rambang, Rambang Dangku, dan Seluruh kec yang di Gelumbang, dengan ibu kota kab gelumbang tapi Lubai dan Rambang, Rambang Dangku maseh keberatan, atau gabung ke Prabumuleh, tinggal Prabumulhe galak ape dak de
    Maulana Superbrains D'yogi : Ohhh gitu ya tak kira kalau di pikir seharusnya Lubay yang jadi pusat kotanya karena kenapa Gelumbang itu di hapit banyak kota .. dan dekat banyak kota, kalau kayak gini kecamatan kita bakal jalan, di tempat karena pasti pusat kemajuan bakal di Gelumbang. Sedangkan Gelumbang itu daerahnya di potong sama Prabumulih.. Itu sama saja pada waktu kita ikut dengan Muara Enim ini pendapat saya
    Al Mizan Rois Arib : Benar bro inilah yang maseh jadi ganjalan kami, mohon doa dan dukunganya
    Maulana Superbrains D'yogi : Iya mas jangan mau jadi korban geopolitik... dak bakalan maju kalu suatu daerah yang kabupaten dengan daerahnya berseberangan berpecaah pecah seperti pada waktu kita berintegarsi dengan Muara Enim... Hhh tapi ini bukan provokasi ya, cuma pendapat saya selamat berjuang mas bro.. saya keturunan pendatang tapi lubay udah aqu anggap tanah air ku lubay will go foward !
    Eddy Hasanuddin : Mintei pendapat dan dukungan dari "sesepuh" yang cinte dengan Lubai dulu ........
    Abu Nazifah : Ku keleh Lubai punya potensi alam yang pacak diandalkan,,, kite ngeleh Gelumbang bae,,, lah behani,,, nak muat kabupaten diwek. Padahal man sumber daya alamnya nak terlalu mendukung,,, tapi paling dikit ade enam kecamatan dak pacak lubai bae,,, empai nak due,,, ulu, ilih.. nah harus ngajak Rambang dan Rambang Dangku empai pacak
    Eddy Hasanuddin : Pecaknye bagusnye memang. Rambang itu masok ke kite bai dari pade Ogan Ilir (enggon bak ku) dan lagi pule puyang kite sebagian ni Lubai, jadi otomatis banyak sanak dulur kite, insya Allah mudahlah jalan nak gabung itu .....
    Wira Kusuma : Kalo lubai jadi ibu kotany asangat setuju mang, atpi kalu Gelumbang kurang setuju mang, jaoh ....
    Wira Kusuma : Lemak gabung dengan Prabumulih bai mang kalu kan Gelumbang jadi ibu kotanye......
    Aan PagarDewa : Lubai punya potensi sumber daya alam & manusia yang menjanjikan. Perkebunan Kelapa Sawit, Karet, Akasia, Pertambangan PGN di pagar dewa itu merupakan yang terbesar di ASIA. Kalau kita tidak berdikari kapan lagi kita bisa maju. STOP JANGAN MAU JADI EKOR? BUAT APA NAMA LUBAI YANG TERSOHOR KALAW CUMA MENGGEKOR.
    Maulana Superbrains D'yogi : @aan maaf mas nanya benerean pgn yang ada di daerah Pagar dewa itu benar terbesar di asia , wahhh kalau benar itu bisa di jadikan senjata untuk merubah status kecamatan lubay ulu hhhh:D
    Aan PagarDewa : Benah. Ma'af maulana? saya bukan jemee jawe. saya jemee lubai. jadi jangan pangil mas? kalu jemee lubai panggilannye makai. cak, cee, ree, mang, deng,
    Maulana Superbrains D'yogi : Ohhhh sama saja itu sebutan sopan untuk kehormatan di indonesia jangan sara, apa pun suku mu kita tetap satu indonesia okk wahh seru dunkss... kalau gas nya salah satu terbesar kalau lubay jadi kabuten beneran di masa depan otomatis daerah Karang Agung, Dewa simpang empat, sampai Pagar Dewa jadi pusat distric
    Al Mizan Rois Arib : Muara Enim berat nak melepaskan lubay karne lokak korupsi y abis bro, SDA lubay banyak x ingat ini tidak mungkin mereka akan tega melepas begitu saja, sedangkan pembangunan di lubay sangat ketinggal dibandingkan dengan kec laen
    Aan PagarDewa : Makenye payu kite demo ke kantor gubernur. Nak jadi pusat distric teserahlah yang penteng kite berusaha untok majukan lubai, adat istiadat itu simbol suatu daerah/suku, pertahankan itu. Janagn ikut-ikutan, iya pangilan mas itu untuk orang jawa sopan, kalau pehamu belum makan cabei itu, pasti pehamu kire cabei itu pedas. Sebab cabei identik dengan hase pedas padahal belom tentu pedas.
    Aan PagarDewa : Gabongkan anggota DPR YG dari lubai yang ade facebooknye ke grup ini? engke bapak-bapak itu semangat duduk di korsi DPR, MUARA ENIM, PELIMBANG, JAKARTA, cuma saran ...
    Maulana Superbrains D'yogi : Memang karakter orang sumatra itu ngangeni maklum lagi scholl di jawa Okk semangat ya .... Ao mang aq tahu maksud pepatah mamang katekan, lok ni aq udem lah lame hidup di lubay emak bapak ku cakah duit disana juga terima kasih sudah menerima pendatang,, pastinya adat istiadat pertahankan di mana langit di pijak di sane langit dijunjung maju lubay untuk masa depan saye calon insyiur siap memjaukan idustri yang akan ada di lubay peace
    Al Mizan Rois Arib : Kalu ade koordinator kami setuju kalu mau demo ke ME ataw k PLG, biar taw n siapo yang punya grup ini bagus kalu bapak dewan tu di masuk ke grup ini kami setuju x, ok
    Abu Nazifah : 20 % bae penghasilan gas Pagar Dewa untuk Kab. Lubai waw... belum yang lain
    Aan PagarDewa : Industry ape itu? tinggal dimane skg?
    Al Mizan Rois Arib : PT PGN tggl d brgn
    Maulana Superbrains D'yogi : @aan Ohhh idustri apa saja yang bakal ada di lubay, basic ku teknik industri kalau sekarang saye maseh kuliah disolo kalau bapak ku di vilip dua mamang sendiri tinggal di Pagar Dewa kan ?
    Al Mizan Rois Arib : PGN, Pertamina, Perkebunan banyak, semuanya ado d brgn
    Abu Nazifah : Laba bersih PT PGN lebih dari 10 terliun pertahun,,,,waw 20 % bae lah bahape
    Aan PagarDewa : Mamang dari Pagar Gunung, sekarang lagi merantau di Denpasar Bali.
    Al Mizan Rois Arib : Se ingal2 x riyal y
    Aan PagarDewa : Wujutkan impian putra/putri lubai demi kelangsungan hidup yang hijau. selamat berjuang!
    Aan PagarDewa Jgn pacak beriken saje mang arib.?
    Aan PagarDewa : Jangan pacak beriken saje mang arib.?
    Al Mizan Rois Arib : Ok, nanti saranya nak kami sampaikan ke bapak-bapak dewan kite dr Lubai ilih n ulu
    Aan PagarDewa : Terime kaseh mang Arib ?
    Amar Makruf Al Lubai : Suatu pemikiran yang perlu dikaji secare mendalam
    Vagisa Abenklegi Revolt : Kami sebagai jeme mude Karang Agung, setuju nian kite jadi kabupeten... pokoknye kami jadi abrisan paleng adapan untuk berjuang demi pemerataan ekonomi yang lebih baik.. serasan sebenean
    Amar Makruf Al Lubai : Bentuklah semacam kepanitiaan pembentukan Kabupaten, kalu sekirenya pacak setiap dusun ade.
    Amar Makruf Al Lubai : Pembentukan daerah hanya dapat dilakukan apabila telah memenuhi syarat administratif, teknis, dan fisik kewilayahan. Untuk kabupaten/kota, syarat administratif yang harus dipenuhi meliputi adanya persetujuan DPRD kabupaten/kota dan bupati/walikota bersangkutan, persetujuan DPRD provinsi dan gubernur, serta rekomendasi dari Menteri Dalam Negeri.
    Selanjutnya, syarat teknis dari pembentukan daerah baru harus meliputi faktor yang menjadi dasar pembentukan daerah yang mencakup faktor-faktor, seperti : kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, tingkat kesejahteraan masyarakat, rentang kendali, dan faktor lain yang memungkinkan terselenggaranya otonomi daerah.
    Terakhir, syarat fisik yang dimasud harus meliputi paling sedikit 5 (lima) kabupaten/kota untuk pembentukan suatu provinsi dan paling sedikit 5 (lima) kecamatan untuk pembentukan suatu kabupaten, dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota termasuk lokasi calon ibukota, sarana, dan prasarana pemerintahan.
    Aan PagarDewa : Lah lubai baru 2. Bisa apa klu gtu lubai
    Amar Makruf Al Lubai : Perlu perjuangan.... ajaklah kecamatan Rambang, Rambang Dangku dan Rambang Kuang begabung.
    Aan PagarDewa : Payu tegahi Saipol desa tembedak.rano tangai.orang ini bisa jadi penyambug iya kata dari lubai.
    Amar Makruf Al Lubai : Nah itu, ade badah kite bebene....
    Antony Lubay : Kalu kendaknye gabung nai Permuleh bai engke beurusan dek jaoh nian
    Aan PagarDewa : Kalu kami jemee kecek nei dakde kan pacak nak ngajak jemee. Pedie kan di ajak kan awak diwek saje dek the luhai,kalu kami di tenggeti pakai jalat saje..malu kami klu lok itu...
    Antony Lubay : Jangan pisimis...an, dek ngatek jeme besak kalu dek ngatek jeme kecek, dek ngatek raje men dek ngatek rakyat
    Aan PagarDewa : Cakahi yang kan melemakkan jemee banya.?engke jadi kenangangan ilo, didenie di sanjong uhang.mati masok serge.kate pepatah tu makan siang be lampu setrungkeng pule.cinde nian kalu lok itu.
    Aan PagarDewa : Au lah benah nian ton.? tapi laen nian kalu kuhe danauw lah pacak b edenang di laotan tu. dilaot tu teri baei dek pacak ngatekannya ketumpalannya ape lagi makanan yg laein
    Antony Lubay : Ha ha ha,...terime kaseh nian aku lah lame dek tekinak ke kuhe,...laju tehingat gikecek bekarang didanau buleh kuhe

    Aspirasi Warga Rambang


    Sebuah topik di Aliansi Rambang Bersatu:

    Rambang telah terpecah... sebagian masuk Muara Enim dan sebagian masuk Prabumulih, ini sangat merugikan bagi kita wang rambang... ayo kini saatnya kita tentukan sikap... mari bersatu.. .gabung ke prabumulih atau bentuk kabupaten sendiri
    Also Rambang : Lanjutkan perjuangan, kami mendukung sepenuhnya kalu pindah ke Prabumulih...
    Bedet Yudi : Semoga Arambes membawa perubahan untuk wang Rambang... usul yang baek
    Adi Suranto : Oke jg...
    Bedet Yudi : Mantap juge tu saran mang Hans tu... aq nak menteri cucok cabut bai
    Hera Elyana : Mudah2an cara pandang untung ruginya dari sudut sandang pangan papan masyarakat rambang, bukan dari untung ruginya seseorang yg ingin menguasai dan berkuasa dengan atas nama masyarakat Rambang
    Petani Karet : Dengan terpecahnya Rambang... ini jelas secara politik wang Rambang tidak akan pernah memimpin baik di Muara Enim maupun di Prabumulih... dan ini juga sangat berpengaruh terhadap kemajuan Rambang itu sendiri... ini fakta. Masalah siapa yang mimpin itu kembali kepada sudut pandang masing-masing yang penting wang Rambang dapat memimpin didaerah sendiri
    Hera Elyana @PK: Rambang nggak terpecah, wang Rambang pasti akan ada yang jadi pemimpin dengan syarat pigurnya sudah siap belum, pigurnya sudah di dukung belum oleh masyarakatnya, pigurnya sudah lama belum ikut berorganisasi politik, jangan tiba-tiba muncul terus mau memimpin, dan masyarakatnya harus pandai-pandai memilih jangan atas dasar kekeluargaan yang sekarang ini terjadi, bagaimana kita bisa tampil dan bersaing dengan daerah lain...
    Dewan Adat Marga Rambang : Rambang harus dalam satu sistim pemerintahan, Rambang harus berdaulat, Rambang harus menjadi contoh dalam pelaksanaan otonomi daerah,,,

    Minggu, 10 November 2013

    3 Syarat


    Undang-Undang No 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan daerah Kabupaten/Kota, menentukan syarat utama terbentuknya daerah kabupaten / kota. Syarat tersebut terdiri atas 3 (tiga) syarat utama yaitu: Administratif, Teknis dan Fisik.

    1. Syarat administratif berupa persetujuan DPRD Kabupaten/Kota dan Bupati/Walikota yang bersangkutan, Persetujuan provinsi dan rekomendasi Menteri Dalam Negeri. 
    2. Syarat Teknis meliputi faktor kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, kependudukan, luas daerah, pertahanan, keamanan, dan faktor pendukung lainnya. 
    3. Syarat Fisik meliputi paling sedikit 5 (lima) kecamatan untuk Kabupaten dan 4 (empat) kecamatan untuk pembentukan kota. Lokasi calon ibukota, sarana, dan prasarana pemerintahan.




    Senin, 27 Juni 2011

    Menuju Kabupaten


    Mimpikah kita? 
    Sebagian masyarakat Rambang dan Lubai memimpikan adanya sebuah kabupaten baru di wilayah Rambang dan Lubai. Sejak tahun 2005, penulis sudah beberapa kali berbincang dengan Tokoh masyarakat Lubai Perantauan di Lampung, bahwa ada keinginan membentuk suatu kabupaten baru, di wilayah Kabupaten Muara Enim. 

    Apakah mimpi itu bisa terwjud? 
    Untuk menjawabnya kita memerlukan kajian beberapa potensi yang dimiliki wilayah Rambang dan wilayah Lubai. Kajian tersebut kami buat berdasarkan sejarah desa, tinjauan topografi desa, tinjauan potensi desa, tinjauan pemekaran desa.

    Menuju kabupaten
    Wilayah Rambang dan wilayah Lubai saat ini terdiri dari kecamatan Lubai, kecamatan Lubai Ulu, kecamatan Rambang dan kecamatan Rambang Dangku. Kami sebagai penulis membuat judul tulisan menuju kabupaten, maksudnya marilah kita mewujudkan pembentukan sebuah kabupaten baru. 








    Puskesmas Muara Emberung

    PUSKESMAS MUARA EMBURUNG Alamat : Jalan Desa Muara Emburung Desa Muara Emburung, Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim,  Pr...